Hai semuanya 😊
Pada artikel kali ini akan membahas contoh kasus etika dalam Digital Public Relations di Media Sosial.
Dalam digital PR atau PR Online, peran yang dilakukan humas salah satunya adalah mengelola website atau media sosial perusahaan.
Walau terlihat mudah karena bekerja di balik layar, tetapi justru peran humas yang seperti inilah yang sebenarnya memegang peranan penting dalam membentuk image perusahaan/organisasi.
Website terutamanya media sosial perusahaan yang baik adalah yang bisa membentuk komunikasi dua arah dengan publiknya. Dimana dalam membentuk hal ini media sosial perusahaan akan mengikuti perkembangan trend media sosial, menggunakan bahasa yang mudah dipahami/bahasa gaul, dll.
Lantas, jika demikian masih haruskah dalam mengelola media sosial seorang Praktisi PR mematuhi etika profesi PR?
Jawabannya, tentu perlu.
Etika
merupakan standar tingkah laku manusia yang membedakan baik dan buruk, benar
dan salah, juga bertanggung jawab atau tidak. Etika yang dimiliki manusia
bersifat mutlak atau absolut sehingga berlaku dimana saja dan kapan saja, juga
etika bersifat batiniah dimana berasal dari kesadaran manusia itu sendiri yang
menentukan perbuatan yang boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan.
Etika
bertujuan sebagai kontrol sosial atau mengatur perilaku manusia bagaimana
seharusnya manusia berbuat sehingga dengan etika dapat mencegah terjadinya
konflik. Ketika manusia melanggar etika, maka akan ada sanksi yang didapat baik
sanksi oleh hati nurani manusia itu sendiri ataupun sanksi hukum.
Perilaku etis (beretika) atau tidaknya seorang PR
berkaitan dengan kode etik PR yang dilaksanakan. Dan kode etik PR yang berlaku
itu berlandaskan pada pilar-pilar kehumasan, diantaranya :
1. Veracity (mengatakan sebenarnya)
2. Non malevicence (tidak membahayakan)
3. Beneficence (berbuat baik)
4. Confidentiality (menghormati privasi)
5. Fairness (adil dan bertanggung jawab secara sosial)
2. Non malevicence (tidak membahayakan)
3. Beneficence (berbuat baik)
4. Confidentiality (menghormati privasi)
5. Fairness (adil dan bertanggung jawab secara sosial)
Pelanggaran etika yang dilakukan praktisi PR terkait
dengan tanggung jawab organisasi dimana PR tersebut bertugas. Sehingga ketika
terjadi pelanggaran maka organisasi mendapat tanggungjawab untuk menindak hal
tersebut.
Dan seperti sudah disebutkan di awal bawah bentuk dari pekerjaan PR tidak hanya membuat CSR atau press
release, tetapi menjadi admin website atau media sosial organisasi/perusahaan
juga menjadi pekerjaan PR terlebih pada zaman digital ini website dan media
sosial menjadi media komunikasi yang cukup ampuh dan tak jarang juga sering
terjadi kasus-kasus pada kedua media tersebut.
Seperti salah satu contoh berikut ini, yang terjadi
pada media sosial KAI
Balasan
unggahan twitter oleh admin KAI Commuter yang dinilai tidak etis dan simpatik
terhadap aduan pelecahan yang terjadi
Dalam
kasus ini seorang penumpang KRL menuliskan tweet pengaduan terhadap pelecahan
di dalam KRL, tetapi oleh admin twitter dibalas dengan “ngegas” sehingga banyak
menuai kritik dan menjadi viral. Walaupun dalam balasan yang pertama admin
sudah memberikan respon dengan baik, pada unggahan kedua admin tersebut
memberikan respon dengan kesan menyudutkan pelapor, yang sebenarnya tidak sepenuhnya
salah maksud pesan tersebut akan tetapi karena penyampaian bahasa yang
digunakan maka balasan tersebut dianggap tidak etis.
Seandainya
admin tersebut membungkus balasannya seperti
“Mohon maaf mba, apakah kejadian tersebut dialami langsung oleh mba atau teman mba? Dan apakah sudah melaporkannya pada polisi? Sebelum melaporkan pada polisi harap menunjukkan bukti yang mendukung ya mba. Agar kami juga dapat membantu mba melakukan proses pelaporan”
“Mohon maaf mba, apakah kejadian tersebut dialami langsung oleh mba atau teman mba? Dan apakah sudah melaporkannya pada polisi? Sebelum melaporkan pada polisi harap menunjukkan bukti yang mendukung ya mba. Agar kami juga dapat membantu mba melakukan proses pelaporan”
Maka mungkin akun twitter KAI akan ramai dengan pujian dari masyarakat, bahwa KAI siap untuk membantu korban.
Untuk penyelesaian
terhadap kasus ini pihak KAI Commuter membuat pers release berita permintaan
maaf pada korban dan pihak VP Corporate KAI Commuter mencabut akses admin
tersebut, memberikan sanksi pada admin, dan akan memberikan pembinaan pada
petugas admin tersebut. Lebih lanjut lagi pihak KAI melakukan pertemuan
langsung dengan korban sebagai permintaan maaf.
Jadi,
dari kasus ini dapat dilihat bahwa jawaban yang diberikan oleh admin twitter KAI selaku wakil dari KAI yang walaupun isi pesannya tidak salah. Tetapi disampaikan dengan tidak etis, maka hasil yang didapatkan tidaklah menguntungkan organisasi justru menimbulkan citra negatif.
Oleh karena itu, walaupun di media digital seperti media sosial. Seorang PR tetap harus menegakkan kode etik PR. Karena kode etik PR akan menuntun PR untuk berperilaku etis (beretika).
Dan bentuk kecil dari perilaku etis seorang PR dapat ditunjukkan dengan menggunakan bahasa yang tegas tetapi santun, bukan menuduh atau menyudutkan ketika menjawab pertanyaan dari publik khususnya di media sosial.
Sebagai tambahan berikut ini video untuk lebih memahami pentingnya etika dalam kegiatan digital PR.
Demikian artikel kali ini
Semoga bermanfaat~ 💖
Sumber referensi:
Febriani, Erna (2020). Modul Public Relations Ethics: Aplikasi Kode Etik Profesi Humas. Universitas Esa Unggul, Jakarta.
Febriani, Erna (2020). Modul Public Relations Ethics: Pengertian Etika, Sistematika, dan Macamnya. Universitas Esa Unggul, Jakarta.
Rachmat, Ikbal & Haryati, Euis (2020). Modul Digital Public Relations: Etika PR di Media Baru. Universitas Esa Unggul, Jakarta.
https://news.detik.com/berita/d-5594693/ngegas-balas-aduan-pelecehan-seksual-admin-twitter-kai-commuter-disanksi
https://komik.uai.ac.id/kasus-twitter-kai-commuter-bukti-pentingnya-etika-pr/

.jpg)
.jpg)
.jpg)
Thanks for sharing
ReplyDeleteThank youu~ jangan lupa cek artikel lainnya yaa
Deletemakasihh kaa, artikelnya menarik dan bermanfaat
ReplyDeleteMakasihh ka.. jangan lupa mampir lihat artikel yang lainnya yaa
DeleteMantappp
ReplyDeleteAsiapppp
DeleteTerima kasih kak artikelnha bermanfaat banget
ReplyDeleteterima kasih juga ka sudah berkunjung ke blog ini :)
DeleteSangat informatif, terima kasih.
ReplyDeleteterima kasih kembali sudah berkunjung ke blog ini~
Delete